Pulau Natuna Milik Siapa | Mahasiswa Tak Boleh Diam


Kepulauan Natuna saat ini cukup menyita perhatian kahalayak umum. Pasalnya, Cina dengan berani memasuki pulau tersebut dengan mengambil ikan secara ilegal. Menurut mereka tindakan itu adalah legal karena Natuna masuk ke bagian kepulauan Cina. Padahal jelas-jelas Pulau tersebut masih berada di ZEE Indonesia.

Dalam hal ini, pemuda atau mahasiswa tidak boleh apatis dan hanya menonton berita pengusiran kapal Cina, atau hanya melihat perdebatan tokoh-tokoh politik dengan statemennya yang berbelit dan panjang.

Mahasiswa, bila tidak ada yang bisa diperbuat, minimal punya gagasan tentang Natuna, jangan sampai mahasiswa hanya mengangguk-angguk, jangan sampai juga kepulauan Natuna jatuh ke tangan Cina, dan, hanya menjadi cerita di masa mendatang kepada anak-anak kita.

Oleh karena itu, Natuna harus kita bela bersama, bukan hanya karena sumber daya alamnya yang menggiurkan, akan tetapi perinsip intra dan antar generasi (Takdir Rahmadi, 2012); pembelaan terhadap Natuna di samping demi tanah air tercinta, juga untuk kepentingan generasi saat ini supaya bisa ikut menikmati apa yang ada di sana. Dan, juga jangan sampai Natuna hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita, harus bisa dipertahankan dan dilestarikan untuk masa generasi mendatang.

Sungguh sangat disayangkan, adanya menteri kelautan sebelumnya, Menteri Susi, sesungguhnya sudah luar biasa, negara tetangga tidak macam-macam terhadap kelautan negara Indonesia karena bakal ditengelamkan. 

Sudah seharusnya pemerintah sadar, bahwa negeri kita bukan hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, namun juga tentang pertahanan yang sistemik, yang secara sistem memproteksi warga negara dari ancaman luar, baik wilayah, jiwa dan harta benda rakyat Indonesia (Jasser Audah, 2010). 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pulau Natuna Milik Siapa | Mahasiswa Tak Boleh Diam"

Post a comment